Sabtu, 18 April 2009
Ayah....maafkanlah aku
Semoga bisa jadi nasehat
Berikut ceritanya.....
Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar
Meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak
Tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun.
Sendirian IA di rumah Dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena
sibuk
Bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian
yang
Dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga Dan lain-lain di halaman
rumahnya.
Suatu Hari dia melihat sebatang paku karat. Dan IA pun mencoret lantai
Tempat Mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari
Marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada Mobil baru
Ayahnya. Ya... Karena Mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak
Jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan
Kreativitasnya.
Hari itu ayah Dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin
Menghindari macet. Setelah sebelah kanan Mobil sudah penuh coretan
maka
IA beralih ke sebelah kiri Mobil. Dibuatnya gambar ibu Dan ayahnya,
Gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing Dan lain sebagainya mengikut
Imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh is pembantu
Rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat Mobil
Yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama
Lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus
Menjerit, 'Kerjaan siapa ini !!!' .... Pembantu rumah yang tersentak
Dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya
merah
Padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi
Diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ' Saya tidak
Tahu..tuan.' 'Kamu dirumah sepanjang Hari, apa saja yg kau lakukan?'
Hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari
Kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata 'DIta yg membuat gambar itu
Ayahhh.. Cantik ...kan!' katanya sambil memeluk ayahnya sambil
bermanja
Seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang
Ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya
berkali2
Ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis
Kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si
Ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui Dan merasa puas
Dengan hukuman yang dikenakan.
Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa... Si ayah cukup
Lama memukul-mukul tangan kanan Dan kemudian ganti tangan kiri
anaknya.
Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti is ibu, pembantu rumah tersebut
Menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan Dan belakang tangan si anak
kecil
Luka2 Dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil
Menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga
Menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si
Pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan
Anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah
Tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. 'Oleskan
Obat saja!' jawab bapak is anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang
Menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi
Pelajaran pada anaknya. Tiga Hari berlalu, si ayah tidak pernah
Menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap Hari
Bertanya kepada pembantu rumah. 'Dita demam, Bu'...jawab pembantunya
Ringkas. 'Kasih minum panadol aja ,' jawab si ibu. Sebelum si ibu
masuk
Kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita
Dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar
pembantunya.
Masuk Hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu
Badan Dita terlalu panas. 'Sore nanti Kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00
Sudah siap' kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah
lemah
Dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar IA dibawa ke rumah sakit
Karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa Hari di rawat inap
Dokter memanggil bapak Dan ibu anak itu. 'Tidak Ada pilihan..' kata
Dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong
Karena sakitnya sudah terlalu parah Dan infeksi akut...'Ini sudah
Bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus
Dipotong dari siku ke bawah' kata dokter itu. Si bapak Dan ibu
bagaikan
Terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti
Berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati Dan lelehan air
Mata
Isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan
Pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang
disuntikkan
Habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua
Tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah Dan ibunya.
Kemudian
Ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua
Menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan
Air Mata. 'Ayah.. Ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita
tak
Mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah..
sayang ibu.', katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan
rasa
sedihnya. 'Dita juga sayang Mbok Narti..' katanya memandang wajah
pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
'Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak
akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?...
Bagaimana Dita mau bermain nanti?... Dita janji tdk akan mencoret2
mobil
lagi, ' katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar
kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah
terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada
akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan
ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski
sudah minta maaf...
Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran
bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya
dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi...,
Namun...., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb
tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..
'Sangat patut jadi renungan.
Berikut ceritanya.....
Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar
Meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak
Tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun.
Sendirian IA di rumah Dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena
sibuk
Bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian
yang
Dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga Dan lain-lain di halaman
rumahnya.
Suatu Hari dia melihat sebatang paku karat. Dan IA pun mencoret lantai
Tempat Mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari
Marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada Mobil baru
Ayahnya. Ya... Karena Mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak
Jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan
Kreativitasnya.
Hari itu ayah Dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin
Menghindari macet. Setelah sebelah kanan Mobil sudah penuh coretan
maka
IA beralih ke sebelah kiri Mobil. Dibuatnya gambar ibu Dan ayahnya,
Gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing Dan lain sebagainya mengikut
Imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh is pembantu
Rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat Mobil
Yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama
Lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus
Menjerit, 'Kerjaan siapa ini !!!' .... Pembantu rumah yang tersentak
Dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya
merah
Padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi
Diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ' Saya tidak
Tahu..tuan.' 'Kamu dirumah sepanjang Hari, apa saja yg kau lakukan?'
Hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari
Kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata 'DIta yg membuat gambar itu
Ayahhh.. Cantik ...kan!' katanya sambil memeluk ayahnya sambil
bermanja
Seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang
Ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya
berkali2
Ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis
Kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si
Ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui Dan merasa puas
Dengan hukuman yang dikenakan.
Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa... Si ayah cukup
Lama memukul-mukul tangan kanan Dan kemudian ganti tangan kiri
anaknya.
Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti is ibu, pembantu rumah tersebut
Menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan Dan belakang tangan si anak
kecil
Luka2 Dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil
Menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga
Menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si
Pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan
Anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah
Tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. 'Oleskan
Obat saja!' jawab bapak is anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang
Menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi
Pelajaran pada anaknya. Tiga Hari berlalu, si ayah tidak pernah
Menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap Hari
Bertanya kepada pembantu rumah. 'Dita demam, Bu'...jawab pembantunya
Ringkas. 'Kasih minum panadol aja ,' jawab si ibu. Sebelum si ibu
masuk
Kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita
Dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar
pembantunya.
Masuk Hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu
Badan Dita terlalu panas. 'Sore nanti Kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00
Sudah siap' kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah
lemah
Dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar IA dibawa ke rumah sakit
Karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa Hari di rawat inap
Dokter memanggil bapak Dan ibu anak itu. 'Tidak Ada pilihan..' kata
Dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong
Karena sakitnya sudah terlalu parah Dan infeksi akut...'Ini sudah
Bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus
Dipotong dari siku ke bawah' kata dokter itu. Si bapak Dan ibu
bagaikan
Terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti
Berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati Dan lelehan air
Mata
Isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan
Pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang
disuntikkan
Habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua
Tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah Dan ibunya.
Kemudian
Ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua
Menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan
Air Mata. 'Ayah.. Ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita
tak
Mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah..
sayang ibu.', katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan
rasa
sedihnya. 'Dita juga sayang Mbok Narti..' katanya memandang wajah
pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
'Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak
akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?...
Bagaimana Dita mau bermain nanti?... Dita janji tdk akan mencoret2
mobil
lagi, ' katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar
kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah
terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada
akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan
ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski
sudah minta maaf...
Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran
bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya
dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi...,
Namun...., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb
tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..
'Sangat patut jadi renungan.
Learn To Make Better Decisions
If you're still making the same mistakes at 50 that you were at 20,
you need to ask God for wisdom.
you need to ask God for wisdom.
"The heart of the discerning acquires knowledge; the ears of the wise seek it out" (Proverbs 18:15 NIV).
What you are in the present is determined by the decisions you made in the past. If you want to change your future, learn to make better decisions. Be wise; let these principles guide you:
- Never make permanent decisions based on temporary circumstances. If you do, you'll regret it.
- Don't let your emotions blind you reasoning. Pray, weigh things carefully and base your decisions on mature judgment.
- Surround yourself with sharp people and draw on their gifts, without being intimidated by their expertise.
- Take the time to consider all options. What looks good to you today may not look so good tomorrow.
- You can't fight successfully on every front, so choose your battles carefully. Simply stated: some things are not worth fighting for.
- Take time to get all the facts; conjecture leads to crisis.
- Consider the consequences of each action. Ask yourself, "Am I ready to handle this right now?"
- Make sure your expectations don't exceed your potential and your resources. Be realistic. If you can't count, don't apply for a job in the finance office. If you can't sing, don't try to make an album. Focus on what God gifted you to do. That's where you'll succeed.
- Time is your most limited and valuable resource. Don't waste it.
- Allow yourself a 10% risk of being wrong, a 50% likelihood of betrayal, and a 100% commitment to trust God, go forward and survive it all.
QUIET TIME
Be StillThe instructions are to pick four people that
You want God to bless.
I pick you.
Please pass this to at least four people you want
To pray for and a copy back to me.
This prayer is powerful, and prayer is one of the best gifts we receive.
There is no cost but a lot of rewards.
Let's always pray for one another.
The prayer:
Father,
Thank You for each and every day You have
blessed us here on earth.
Thank You for Your tender mercies.
Thank You for giving us friends and family to share these Internet joys with.
I ask You to bless my friends, relatives and those I care deeply for who are reading this right now.
Where there is joy, give them continued joy,
Where there is pain, give them your peace and mercy.
Where there is self-doubt, release a renewed confidence.
Where there is need, fulfill their needs.
Bless their homes, families, finances, their goings and their comings
In Jesus name
Amen
Seumur Hidup Jadi Tongkat Bagi Ibunda

Hawa udara di Changchun , Tiongkok, sangatlah dingin. Li Yuanyuan memanggul sang ibu yang lumpuh kedua kakinya sambil menggendong putrinya yang berusia dua tahun buru-buru ke rumah sakit karena sang ibu terkena serangan jantung lagi. Orang-orang yang berlalu lalang di jalan memandang mereka bertiga dengan mata terbelalak, semua takjub melihat seorang wanita yang kelihatannya kurus lemah justru memiliki tenaga untuk memanggul satu orang sambil menggendong satu lagi.......
Menurut laporan "City Evening Post", di pagi buta, 13 Pebruari 2008, Li Yuanyuan telah memakaikan baju bagi anak dan sang ibu yang baru sembuh dari sakitnya. Jam 10 pagi, Yuanyuan berjongkok di depan sang ibu, meletakkan kedua kaki ibu di pinggangnya lalu memanggul sang ibu, kemudian menggendong putrinya yang berdiri di atas tempat tidur.
Kedua tangan Yuanyuan dipakai untuk menyangga sang ibu, sedangkan sang ibu membantu merangkul cucunya mengitari leher Yuanyuan. Dengan cara inilah tiga orang tersebut saling berangkulan dengan susah payah keluar dari rumah sakit. Sang ibu telah lumpuh selama 21 tahun, selama 21 tahun itu pulalah Yuanyuan terbiasa memanggul sang ibu keluar masuk rumah sakit.
Ketika Yuanyuan berusia 7 tahun terjadilah sebuah kecelakaan lalu lintas yang benar-benar telah merubah kehidupannya. Karena kecelakaan ini ibunda mengalami kelumpuhan pada kedua kaki yang diperparah dengan menghilangnya sang ayah. Sejak saat itu, Yuanyuan menjadi tulang punggung rumah tangga. Karena tidak ada penghasilan Yuanyuan menghidupi keluarga dengan menjadi pemulung, uang hasil kerja kerasnya habis terpakai untuk mengurus sang ibu.
Rasa bakti Yuanyuan kepada orang tua sangat menyentuh hati para tetangga, banyak tetangga yang dengan sukarela memberi bantuan kepada sang ibu dan putrinya ini. Karena sepanjang tahun hanya mampu berebahan, otot kaki sang ibu sering kejang, sakitnya tak tertahankan.
Ada seorang tetangga yang berprofesi sebagai seorang dokter tradisional tua, setiap hari membantunya memberikan terapi akupunktur terhadap ibu Yuan-yuan, bahkan mengajarnya menggunakan teknik akupunktur sederhana. Sejak berusia 11 tahun sampai sekarang, Yuanyuan sudah dapat menggunakan teknik akupunktur untuk meringankan rasa sakit ibunya.
Tiga tahun yang lalu, Yuan-yuan menikah, setahun kemudian, Yuanyuan melahirkan seorang putri. Namun di mana pun dan kapan pun, Yuanyuan tidak pernah meninggalkan sang ibu, dia dan suaminya bersama-sama memikul tanggung jawab mengurus sang ibu.
Meskipun rumah tangganya tidak terbilang kaya, mereka sangatlah puas. Sang ibu berkata, terkenang masa 21 tahun ini meskipun penuh penderitaan, namun dia sangat puas, dia merasa diri-nya sama dengan orang tua lain yang juga telah menikmati kehangatan keluarga.
Bagi Yuanyuan, selama 21 tahun ini, dia merasa dirinya sangat bahagia, karena dia adalah seorang anak yang masih memiliki seorang ibu.
"Saya rela menjadi tongkat ibu sepanjang hidupku.……" (Dajiyuan/prm)
Jumat, 17 April 2009
7 Tips Mengatasi Kekecewaan
1. CURHATLAH
Curhatlah kepada teman yang kamu bisa kamu percaya, setidaknya ada yang menghibur, kasih pendapat buat kamu. Terkadang tidak mudah untuk mencari teman yang bisa dipercaya, tapi kamu bisa selalu curhat kepada Tuhan. Bicaralah Dia pasti mendengar
2. BELAJAR MEMAAFKAN, MELUPAKAN dan MENGASIHI
Mengampuni adalah obat yang paling manjur buat penyakit kecewa ini. Tapi tidak cukup sampai disitu, lupakanlah apa yang sudah terjadi. Kita tidak bisa mengubah masa lalu, bukan?
Tetapi kasihi dan doakan orang yang sudah membuat kita kecewa. Itu tandanya hati kita sudah beres dan tidak menyimpan kecewa itu.
3. BERESKAN
Kalau memang masalah itu perlu dibereskan dengan orang yang bersangkutan, bereskanlah!
Bicarakan dan jelaskan dengan baik-baik permasalahannya. Waktu berbicara jangan menggunakan emosi.
4. SADAR KALAU MANUSIA MASIH BISA BERBUAT SALAH
Sebenarnya kita sedang sama-sama belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Karena manusia tidaklah sempurna, tetapi sedang menuju kepada kesempurnaan itu. Bukankah kita juga masih bisa mengecewakan orang lain?
5. POSITIF THINGKING
Mungkin mereka tidak bermaksud untuk mengecewakan kita. Mungkin Tuhan ijinkan untuk memproses kita supaya menjadi bertambah baik lagi. Bukankah besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya?
6. TERIMA APA ADANYA
Supaya kita tidak mudah kecewa, terimalah orang itu apa adanya. Memang kita tidak bisa mengubah orang, hanya Tuhan yang sanggup. Apa yang menjadi kekurangan orang itu mestinya diperlengkapi dengan kelebihan kita. Tapi..kalau orang itu salah, jangan takut untuk menegur, itu tandanya kita sayang sama dia dan tidak mau orang tersebut jadi bertambah kacau.
7. FOKUS PADA ORANG LAIN
Fokus kepada diri sendiri bisa membuat kita mudah kecewa, karena kita akan selalu merasa diperlakukan tidak adil. Coba mulai alihkan pikiran kita kepada orang lain dengan cara bagaimana membahagiakan orang lain sekalipun kita tidak mendapat kebaikan dari orang tersebut
from: GFresh edisi 99
Curhatlah kepada teman yang kamu bisa kamu percaya, setidaknya ada yang menghibur, kasih pendapat buat kamu. Terkadang tidak mudah untuk mencari teman yang bisa dipercaya, tapi kamu bisa selalu curhat kepada Tuhan. Bicaralah Dia pasti mendengar
2. BELAJAR MEMAAFKAN, MELUPAKAN dan MENGASIHI
Mengampuni adalah obat yang paling manjur buat penyakit kecewa ini. Tapi tidak cukup sampai disitu, lupakanlah apa yang sudah terjadi. Kita tidak bisa mengubah masa lalu, bukan?
Tetapi kasihi dan doakan orang yang sudah membuat kita kecewa. Itu tandanya hati kita sudah beres dan tidak menyimpan kecewa itu.
3. BERESKAN
Kalau memang masalah itu perlu dibereskan dengan orang yang bersangkutan, bereskanlah!
Bicarakan dan jelaskan dengan baik-baik permasalahannya. Waktu berbicara jangan menggunakan emosi.
4. SADAR KALAU MANUSIA MASIH BISA BERBUAT SALAH
Sebenarnya kita sedang sama-sama belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Karena manusia tidaklah sempurna, tetapi sedang menuju kepada kesempurnaan itu. Bukankah kita juga masih bisa mengecewakan orang lain?
5. POSITIF THINGKING
Mungkin mereka tidak bermaksud untuk mengecewakan kita. Mungkin Tuhan ijinkan untuk memproses kita supaya menjadi bertambah baik lagi. Bukankah besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya?
6. TERIMA APA ADANYA
Supaya kita tidak mudah kecewa, terimalah orang itu apa adanya. Memang kita tidak bisa mengubah orang, hanya Tuhan yang sanggup. Apa yang menjadi kekurangan orang itu mestinya diperlengkapi dengan kelebihan kita. Tapi..kalau orang itu salah, jangan takut untuk menegur, itu tandanya kita sayang sama dia dan tidak mau orang tersebut jadi bertambah kacau.
7. FOKUS PADA ORANG LAIN
Fokus kepada diri sendiri bisa membuat kita mudah kecewa, karena kita akan selalu merasa diperlakukan tidak adil. Coba mulai alihkan pikiran kita kepada orang lain dengan cara bagaimana membahagiakan orang lain sekalipun kita tidak mendapat kebaikan dari orang tersebut
from: GFresh edisi 99
Kamis, 16 April 2009
Be blessed
As we go thru this mail lets praise God for the divine exchange that took place on the cross (Colossians 2:14-15)
Be blessed...
If you never felt pain, Then how would you know that I am a Healer?
If you never had to pray, How would you know that I am a Deliverer?
If you never had a trial, How could you call yourself an overcomer?
If you never felt sadness, How would you know that I am a comforter?
If you never made a mistake, How would you know that I am a forgiver?
If you knew all, How would you know that I will anwer your question?
If you never were in trouble, How would you know that I will come to your rescue
If you never were broken, Then how would you know that I can make you whole?
If you never had a problem, How would you know that I can solve them?
If you never had any suffering, Then how would you know what I went through?
If you never went through the fire, Then how would you become pure?
If I gave you all things, How would you appreciate them?
If I never corrected you, How would you know that I love you?
If you had all power, Then how would you learn to depend on me?
If your life was perfect, Then what would you need me for?
L o v e,
JESUS
Be blessed...
If you never felt pain, Then how would you know that I am a Healer?
If you never had to pray, How would you know that I am a Deliverer?
If you never had a trial, How could you call yourself an overcomer?
If you never felt sadness, How would you know that I am a comforter?
If you never made a mistake, How would you know that I am a forgiver?
If you knew all, How would you know that I will anwer your question?
If you never were in trouble, How would you know that I will come to your rescue
If you never were broken, Then how would you know that I can make you whole?
If you never had a problem, How would you know that I can solve them?
If you never had any suffering, Then how would you know what I went through?
If you never went through the fire, Then how would you become pure?
If I gave you all things, How would you appreciate them?
If I never corrected you, How would you know that I love you?
If you had all power, Then how would you learn to depend on me?
If your life was perfect, Then what would you need me for?
L o v e,
JESUS
Langganan:
Postingan (Atom)

